Mengapa Komik Digital?
Definisi komik sendiri adalah bentuk seni
yang menggunakan gambar-gambar yang tidak bergerak dan disusun
sedemikian rupa sehingga membuat suatu alur cerita. Biasanya komik diproduksi dalam bentuk cetak
seperti koran, majalah, atau berbentuk buku tersendiri. Sedangkan
definisi digital sendiri menurut Kamus Besar Bahasa Indonesi adalah
berhubungan dengan angka-angka untuk sistem perhitungan tertentu;
berhubungan dengan penomoran.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa komik digital adalah komik yang dibuat tidak menggunakan printed material, yaitu dengan menggunakan angka-angka untuk sistem perhitungan tertentu. Dalam hal ini biasanya dilakukan oleh si mesin pintar komputer, gadget, smartphone dan sejenisnya.
Peminat komik sendiri di Indonesia masih
sangatlah banyak. Bisa kita lihat di televisi atau pun di media lainnya.
Komik buatan negeri sakura Jepang memiliki pangsa pasar tersendiri di
tanah air.
Selain itu, cepatnya perkembangan Teknologi
dan Informasi di Indonesia juga merupakan potensi yang luar biasa untuk
mengembangkan komik digital. Sebuah survey yang dilakukan oleh Asosiasi
Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mengatakan bahwa jumlah
pengguna internet di Indonesia ditahun 2012 mencapai 63 juta orang atau
24,23 persen dari total populasi penduduk Indonesia. Dan pada tahun
2015 ini angka tersebut diperkirakan naik menjadi 139 juta orang atau
setara dengan 50 persen populasi penduduk Indonesia (Kompas.Com Desember 2012)
Ramah Lingkungan, Hemat Biaya, dan Fleksibel
Wikipedia mengatakan bahwa, “Penelitian Greenpeace mencatat tingkat kerusakan hutan di Indonesia mencapai angka 3,8 juta hektare pertahun...” Masih dari sumber yang sama Wikipedia mengatakan, “… Badan Penelitian Departemen Kehutanan menunjukkan angka Rp 83 milyar perhari sebagai kerugian finansial akibat penebangan liar.”
Data di atas tentunya membuat kita berpikir ulang untuk menggunakan printed material berbahan dasar kertas bukan?
Selain ramah lingkungan, komik digital ini
juga hemat biaya. Kita bisa menghemat biaya percetakan, setting naskah,
membuat plat, menjilid, pengepakan, pengeleman dan juga biaya
menggandakan buku. Seperti yang kita tahu, bahwa komik digital pastinya
sangat mudah digandakan dan disebarluaskan dibandingkan komik dalam
bentuk printed material.
Komik digital juga sangat mudah diakses dimanapun dan kapan pun. Apalagi dengan hadirnya smart phone, belajar tak harus lagi membawa bahan belajar printed material yang memberatkan siswa. The information only in student’s hand!
Cara Pembuatan
Pembuatan komik diawali dengan pembuatan Garis Besar Program Media.
Dimana disini kita menentukan Mata pelajaran apa yang akan dibuat komik
digital, dan tentunya penentuan tujuan pembelajaran, materi, standar
kompetensi, kompetensi dasar, dan juga indikator.
Tahap selanjutnya adalah membuat Story Board, yang
merupakan penjabaran dari GBPM tadi dimana disitu pun sudah dimuat
cerita (alur, tokoh, sudut pandang, visualisasi dan lain sebagainya). Story board
ini lah yang akan memandu kita untuk membuat cerita yang utuh dalam
komik digital dan tentunya sesuai dengan tujuan pembelajaran yang kita
inginkan.
Teknis pembuatan komik digital ini tidak
begitu sulit. Bagi yang sudah terbiasa menggambar, akan sangat mudah
untuk membuatnya. Biasanya diawali dengan pembuatan sketsa, kemudian
proses scanning, dan proses pewarnaan dan finishing menggunakan software grafis melalui komputer.
